Jangan Membangunkan Bayi yang Sedang Tidur

Jangan membangunkan bayi yang sedang tidur. Bisa jadi kalimat ini sering kita dengar. Tetapi apa yang menjadi alasannya? Ternyata larangan membangunkan bayi yang sedang tidur bukan hanya sekedar mitos yang beredar di kalangan orangtua. Sedikit tips merawat bayi berikut setidaknya dapat menjawab hal itu.

Bayi memiliki siklus tidur yang lebih panjang dibanding anak pada usia di atas 5 tahun. Bahkan seringkali siklus tidur bayi tidak memiliki waktu yang teratur sebagaimana siklus tidur orang dewasa. Pada bayi, tidur tidak hanya sekedar beristirahat. Tetapi tidur memiliki peran ganda bagi bayi, yaitu membantu mengoptimalkan pertumbuhan tubuh bayi dan membantu meningkatkan kecerdasan bayi.

Pada saat bayi tidur, proses metabolisme yang merupakan proses tubuh mengolah makanan menjadi energi, mengalami peningkatan. Dan ini berhubungan erat dengan bertambahnya berat badan, tinggi badan serta kesehatan tubuh bayi. Manfaat tidur bayi yang kedua adalah membantu meningkatkan kecerdasan bayi. Pada saat tidur, aliran darah ke sel otak bayi mengalami peningkatan, sehingga sel-sel otak pun akan tumbuh dengan cepat. Maka tidak mengherankan jika kualitas tidur bayi terkait erat dengan tingkat kecerdasan bayi. Mengingat pentingnya tidur bagi bayi, maka sebaiknya tidak membangunkan bayi yang sedang tidur.

Sebagian orangtua mungkin merasa sedikit khawatir bayi akan kehausan atau kelaparan ketika melihat bayinya tertidur dengan waktu yang lama. Sehingga orangtua membangunkan bayi untuk sekedar minum susu. Faktanya, bayi akan terbangun dengan sendirinya jika ia merasa lapar, haus atau ingin buang air. Justru jika orangtua memaksa bayi untuk bangun dari tidurnya, ini bisa membuat bayi menjadi terganggu dan rewel. Bahkan bisa jadi bayi enggan minum susu karena ia masih ingin tidur. Jika berlangsung berulang-ulang, ini bisa mempengaruhi tumbuh kembang bayi. Jadi orang tua tak perlu risau jika bayi tidur dalam waktu yang lama, karena bayi membutuhkan tidur yang berkualitas. Dan kebiasaan ini akan berubah dengan sendirinya seiring bertambahnya usia bayi.

Tetapi ada pengecualian untuk bayi dengan bilirubin tinggi atau lebih dikenal dengan bayi kuning, yang biasanya tidur dalam waktu yang lebih lama dibanding bayi normal. Mereka tidur cukup lama sementara air susu ibu harus sesering mungkin diberikan pada bayi untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Untuk kasus seperti ini, sebaiknya orangtua merawat bayi dengan pengawasan dokter anak. Di atas itu semua, kenyamanan tidur bayi adalah yang terpenting agar perkembangan fisik dan otak bayi berjalan optimal.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by anakbahagia.com