Merawat Bayi Prematur

Sebuah riset yang disponsori oleh WHO, Universitas Harvard, INCLEN, ICDDR, dan RS John Hopkins Amerika melaporkan bahwa kematian bayi akibat lahir prematur di seluruh dunia berjumlah 500.000 bayi setiap tahunnya. Karena lahir belum cukup usia, maka organ tubuh bayi prematur pun belum berkembang secara sempurna sehingga beresiko besar terjadi gangguan kesehatan yang kronis. Maka merawat bayi prematur memerlukan perlakuan yang ekstra hati-hati, karena kondisi mereka lebih rentan dibanding bayi yang lahir sehat.

Perawatan terbaik bagi anak bayi yang lahir secara prematur adalah secara medis di klinik kesehatan. Hal ini dilakukan terutama kepada bayi prematur yang menunjukkan adanya resiko yang buruk bagi kesehatannya. Perawatan ini terfokus untuk memonitor secara intensif jantung, pernapasan, suhu tubuh, dan aktifitas otak bayi. Setelah bayi melewati masa kritisnya, biasanya dokter mengijinkan orang tua untuk membawa buah hati mereka ke rumah. Tetapi bayi prematur tetap butuh perawatan yang intensif selama berada di rumah.

Beberapa saran berikut telah terbukti efektif menjaga kesehatan si kecil.

  1. Menjaga suhu tubuh bayi. Bayi yang terlahir secara prematur sangat sensitif terhadap suhu dingin maupun perubahan suhu yang drastis. Yang terpenting bagi orang tua adalah untuk selalu menjaga suhu tubuh bayi dalam keadaan hangat. Memiliki inkubator atau fototerapi bisa jadi memberatkan orang tua, tetapi ada cara mudah yang dapat digunakan yaitu dengan kantung air atau botol yang diisi dengan air hangat yang disisipkan di bawah selimut bayi, serta dengan menggunakan lampu belajar berdaya 40 Watt. Kedua cara ini mampu menjaga kehangatan suhu di sekitar tubuh bayi.
  2. Pemberian ASI. ASI merupakan hal yang mutlak dibutuhkan oleh bayi prematur, karena pada ASI terdapat nutrisi, imunitas, dan kasih sayang yang terbaik bagi bayi. Tak perlu sungkan bagi ibu untuk memberikan ASI setiap 3 jam, karena bayi membutuhkannya untuk meningkatkan berat badannya.
  3. Disiplin dalam pemberian obat. Bayi prematur sering mengalami beberapa gangguan kesehatan, maka dokter biasanya membekali orang tua beberapa jenis obat khususnya antibiotik pada orang tua saat membawa buah hati mereka pulang. Maka untuk menghindari resiko yang buruk, meneruskan pemberian obat pada bayi adalah penting.
  4. Menjaga posisi tidur bayi. Posisi tidur terbaik bagi anak bayi adalah terlentang, karena akan meringankan kerja organ dalamnya seperti jantung, paru-paru dan pencernaan.
  5. Menjaga lingkungan bayi prematur. Mengundang kerabat dan teman ke rumah untuk berbagi kebahagiaan atas hadirnya si kecil adalah wajar, tetapi ini dapat membewa resiko buruk bagi bayi. Karena bisa jadi mereka membawa beberapa benda yang dapat menimbulkan resiko kesehatan bagi bayi seperti debu, virus, atau penyakit menular misalnya influensa.
  6. Berhati-hati bukan berarti was-was. Orang tua pasti tahu bahwa dokter tidak akan mengijinkan bayi prematur pulang sebelum kondisinya memungkinkan, maka orang tua pasti mampu merawat bayi prematur di rumah. Tetapi jika terjai kondisi yang darurat maka bayi harus segera mendapatkan bantuan medis.
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by anakbahagia.com